PANDANGAN HIDUP DAN ASALNYA
Setiap
manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena
ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau
pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia.
Pendapat
atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman
sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu
bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui
proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat
diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga
diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu
sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup. Sumber
: elearning.gunadarma.ac.id/…/bab8-manusia_dan_pandangan_hidup
Pandangan
hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
1.
Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak
kebenarannya.
2.
Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan
norma yang terdapat pada suatu Negara.
3.
Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Pandangan
Hidup setiap manusia pasti berbeda-beda, tergantung bagaimana pola berfikir
setiap individu itu sendiri. Pandangan hidup dapat menentukan jalan hidup
seseorang. Apakah ia akan menjadi orang yang sukses atau biasa-biasa saja?.
Seseorang dapat menjadi sukses atau biasa-biasa saja dapat ditentukan dengan
pandangan hidupnya.
Pandangan
hidup seperti apa yang dapat menjadikan seseorang sukses?. Suatu pandangan
hidup yang berpandangan bahwa hidup ini hanya sekali dan ajal tiada satu
pun yang mengetahuinya. Maka dari pada itu ia memanfaatkan sebaik mungkin
waktu-waktu yang dimilikinya, sebulum ajal datang menjemputnya.
Akan
tetapi tidak cukup hanya itu saja, diperlukan juga hal-hal berikut :
1.
Menghayati
Langkah
selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandanganhidup
itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat
danbenar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.
Menghayati
disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung
didalamnya,yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai
pandangan hidup itusendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka
menghayati ini, menganalisahal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup,
bertanya kepada orang yang dianggaplebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai
isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan
menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang
pandangan hidup itu sendiri.
2.
Meyakini
Setelah
mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau
dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka
hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini
ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga
dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.s
3.
Mengabdi
Pengabdian
merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang
telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang
lain.Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaalnya. Sedangkan perwujudan
manfaatmengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu
sendiri bisa terwujuddi masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di
alam akherat.
4.
Mengamankan
Mungkin
sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan din pada suatu
pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau mayalahkannya
tentu dia tidak menerima dan bahkan cenderung untuk mengadakan perlawanan. Hal
ini karena kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup itu dia telah
mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah yang ditempuhnya itu
telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya bila ada orang lain yang
mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan suatu respon entah respon itu
berwujud tindakan atau lainnya.
Sumber:
http://sosbud.kompasiana.com/2012/06/09/pandangan-hidup-penentu-hidup-anda-463373.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar